Ibu Dibui dan Ayah Mati karena Narkoba, ABG Surabaya Frustasi Jadi Pencuri

Bahkan sang kakak sudah lebih dulu masuk penjara menyusul sang ibu karena kasus narkoba

Bangun Santoso
Selasa, 25 Agustus 2020 | 08:32 WIB
Ibu Dibui dan Ayah Mati karena Narkoba, ABG Surabaya Frustasi Jadi Pencuri
ABG pelaku pencurian kendaraan bermotor di Surabaya. (Foto: Istimewa/via Beritajatim.com)

SuaraJatim.id - Berawal dari kasus pencurian yang dilakukan oleh lima orang anak baru gede atau ABG di Surabaya. Cerita miris sekeluarga masuk penjara pun terungkap.

Bermula dari penangkapan pelaku pencurian sepeda motor di Banyu Urip Kidul, Surabaya pada Minggu (12/8/2020) yang ditangkap polisi.

Dilansir dari Beritajatim.com, pelaku pencurian yang awalnya diduga dilakukan oleh lima orang bocil ini ternyata hanya tiga yang ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Namun setelah ditelusuri, ternyata satu keluarga dari salah satu pelaku yang diamankan bernama Zidan (19) membuat cacatan baru di kepolisian.

Baca Juga:Terekam CCTV, Ini Dia Tampang Pelaku Pencurian Helm di Ruko Nagoya

Bagaimana tidak, satu keluarga ini berurusan dengan hukum. Mulai dari ayah, ibu, kakak dan Zidan sendiri sebagai anak bungsu.

Kanit Polsek Sawahan Iptu Ristitanto menjelaskan, pelaku bernama Zidan Hadi Putra (19) ini ayahnya ditembak mati BNN karena melawan saat ditangkap dengan dugaan membawa narkoba.

Sementara sang ibu masuk penjara setelah ditangkap tim Satres Narkoba Polrestabes Surabaya karena menyimpan beberapa kilogram sabu.

“Dari pengakuan tersangka keluarganya hancur. Ia frustasi karena sang ayah ditembak BNN atas kasus narkoba. Begitu juga ibu dan kakaknya juga terlibat kasus narkoba dan belum keluar penjara,” ujar Ristianto, Senin (24/8/2020).

Ia menjelaskan, Zidan tinggal bersama sang nenek. Dia pun menjelaskan hidup berkekurangan dan tanpa ada pendampingan orang tua membuatnya terjerumus ke perilaku liar.

Baca Juga:Nama Mujiaman Sempat Dirahasiakan Buat Dampingi Machfud di Pilwali Surabaya

Ditambah, Zidan juga tak mendapatkan contoh yang baik dari sang kakak.

Zidan sebenarnya sudah mencoba hidup normal, tapi tak mampu. Badannya penuh tato.

Ketika berkumpul dengan teman seusianya, Zidan sering mengkonsumsi munuman keras (miras).

Hingga akhirnya terjerumus dalam tindakan kriminal. Zidan menjadi pelaku curanmor.

“Ya mungkin karena pelaku hidup di lingkungan yang tak terdidik. Sehingga psikologis pelaku akhirnya ikut rekannya bertindak kriminal. Padahal sang nenek juga sudah membina cucu satu-satunya yang hidup bersamanya. Akhirnya komplit sudah satu keluarga masuk penjara,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini