facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tim Pemenangan Sebut Pandemi Jadi Faktor Kekalahan MAJU di Pilwali Surabaya

Chandra Iswinarno Rabu, 09 Desember 2020 | 20:00 WIB

Tim Pemenangan Sebut Pandemi Jadi Faktor Kekalahan MAJU di Pilwali Surabaya
Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin menyampaikan pernyataannya. Dalam hitung cepat Pilwali Surabaya, pasangan Machfud Arifin-Mujiaman kalah unggul dari pasangan Eri-Armuji, salah satu faktor kekalahan lantaran pandemi. [Suara.com/Arry Saputra]

Tim Pemenangan MAJU menilai faktor pandemi Covid-19 menjadi faktornya.

SuaraJatim.id - Pasangan Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) kalah dari pesaingnya pasangan Eri-Armuji dengan perbandingan prosentase 43,3 persen berbanding 56,7 persen. Merespons hal tersebut Tim Pemenangan MAJU menilai faktor pandemi Covid-19 menjadi faktornya. 

Juru bicara tim pemenangan MAJU Arif Fathoni mengatakan kekalahan suara yang diperoleh oleh MAJU karena rendahnya angka partisipasi masyarakat dalam pilkada kali ini. Hal tersebut sudah diprediksi dan diupayakan tidak terjadi, namun masih banyak yang tidak datang ke TPS.

"Kita baru pertama menyelenggarakan Pemilu di tengah pandemik. Kami sudah menduga bahwa partisipasi publik akan menurun. Namun kami semua sudah segenap tenaga untuk melakukan edukasi politik," katanya, Rabu (9/12/2020).

Meski begitu tim pemenangan dari koalisi partai memilih untuk menunggu hasil perhitungan asli dari form C1.

Baca Juga: Kalah di Quick Count, Mahfud Arifin Bilang Menang Atau Kalah Tak Masalah

Ketua DPD Golkar Surabaya ini pun meminta masyarakat sabar untuk menunggu penghitungan riil dari KPU Kota Surabaya, karena penghitungan dari lembaga penyelenggara pemilu itulah yang dinyatakan sah.

"Quick count hanya sebagai opini metode penghitungan alternatif. Kami tetap meminta masyarakat Surabaya untuk menunggu rekapitulasi dari KPU Surabaya," tuturnya.

Sementara di pihak Er-Ji yang menerima hasil perhitungan cepat unggul tengah berpesta. Mereka tengah mendeklarasikan kemenangannya. Thoni menilai jika hal itu sah-sah saja dilakukan karena merupakan pilihan mereka.

"Sah-sah saja. Itu bagian dari dinamika demokrasi. Kami tidak dalam kapasitas mengomentari paslon sebelah," ucapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil hitung cepat Poltracking, pasangan nomor urut 1 Eri Cahyadi-Armuji memperoleh 57,41 persen, paslon nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman 42,59 persen.

Baca Juga: Kalah Dalam Hitung Cepat, Machfud: Tunggu, Sampai Hitungan Resmi oleh KPU

Kemudian hasil quick count Populi Center, Eri-Armuji mengumpulkan 56,51 persen, sedangkan Machfud Arifin-Mujiaman 43,49 persen.

Adapun hasil hitung cepat Charta politica, Eri-Armuji 55,59 persen, Machfud Arifin-Mujiaman 44,41 persen.

Kontributor : Arry Saputra

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait