alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bersimbah Darah, Ternyata PMI Asal Pamekasan Ini Melahirkan di Tempat Karantina Surabaya

Muhammad Taufiq Jum'at, 23 Juli 2021 | 13:19 WIB

Bersimbah Darah, Ternyata PMI Asal Pamekasan Ini Melahirkan di Tempat Karantina Surabaya
Pekerja migran wanita melahirkan di lokasi karantina [Foto: Beritajatim]

Hasanah, warga Pamekasan Madura Jawa Timur tiba-tiba saja melahirkan di tempat karantina Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (22/07/2021).

SuaraJatim.id - Hasanah, warga Pamekasan Madura Jawa Timur tiba-tiba saja melahirkan di tempat karantina Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (22/07/2021).

Ia merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari Singapura beberapa waktu lalu. Hasanah dikarantina sesuai dengan protokol Covid-19 dan tiba-tiba saja Ia melahirkan.

Karena bayinya lahir prematur maka mendapatkan perawatan intensif dan dirujuk ke RSU Sukolilo. Peristiwa ini diketahui dari petugas Tim Trenggana Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Timur. Mereka mendapatkan laporan dari petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya.

"Karena lahir prematur maka perlu dirawat dengan inkubator," kata Ketua Tim Trenggana Satpol PP Jatim, M. Solihin, dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Jumat (23/07/2021).

Baca Juga: Pulang dari Luar Negeri, Pekerja Migran Wanita Ini Melahirkan di Lokasi Karantina Covid-19

"Tadi pagi saat kami dari Tim Trenggana Satpol PP Jatim sedang bertugas di rumah isolasi OTG di gedung E2 Asrama Haji, kami mendapatkan panggilan telepon dari KKP. Ada seorang PMI yang akan melahirkan," katanya menambahkan.

Ceritanya, setelah mendapat kabar PMI melahirkan itu Solihin dan anggotanya langsung bergegas melepas baju hazmat dan menyeterilkan diri dengan menyemport disinfektan ke seluruh tubuh mereka.

Setelah itu, mereka langsung menuju gedung B1 kamar 214 yang menjadi kamar karantina bagi Hasanah. Saat didapati petugas, kamar Hasanah sudah bersimbah darah. Akhirnya, dokter umum yang bertugas di poli Asrama Haji segera melakukan penanganan.

"Sedangkan anggota kami menyiapkan air hangat dan mencarikan kain sarung karena seprei sudah banyak darah. Karena di Asrama Haji, maka kami beli di koperasi kain ihram yang biasa digunakan untuk orang haji. Alhamdulillah prosesnya lancar dan bayi perempuan lahir sekira pukul 08.20 WIB," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat dilahirkan bayi perempuan itu sempat terlilit tali pusar. "Ada tiga lilitan di leher bayi, namun Alhamdulillah bisa diatasi oleh dokter yang membantu proses persalinan. Kami merasa lega karena akhirnya bayinya bisa menangis," tuturnya.

Baca Juga: Inspiratif! Bonek Surabaya Sediakan Oksigen Gratis, Ini No Telponya

Selanjutnya, ia bersama dokter pun membersihkan sang bayi dan membalutnya dengan kain ihram. Namun, bayi perempuan yang masih berusia delapan bulan kandungan itu juga masih dalam kondisi lemah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait