facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ditemukan Arca Kepala Kala di Sungai Kediri, Malam Hari Terdengar Bunyi Gamelan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Selasa, 09 November 2021 | 11:40 WIB

Ditemukan Arca Kepala Kala di Sungai Kediri, Malam Hari Terdengar Bunyi Gamelan
Arca kepala kala di Kediri, Jawa Timur. [Beritajatim.com]

Arca Kepala Kala di Kediri Ditemukan Pertama Kali pada Tahun 1996

SuaraJatim.id - Penemuan arca kepala kala di sungai Desa Nambaan, Ngasem, Kabupaten Kediri ternyata bukan baru-baru ini terjadi. Benda purbakala itu pertama kali ditemukan pada 1996 dan sudah teregistrasi di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

Kasi Museum dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Eko Priyanto mengatakan, arca berupa kepala kala tersebut ditemukan pada tahun 1996, sebelum akhirnya terseret derasnya aliran sungai dan terbalik.

“Ada tiga temuan yang diduga sebagai peninggalan era Kerajaan Kadiri. Kalau ada pertanyaan ini tak dipindahkan, karena memiliki emosional yang erat dengan masyarakat setempat. Arca kala itu saat ini diletakan berada di sebelah kala kecil yang disebut pentul oleh masyarakat,” katanya mengutip dari Beritajatim.com jaringan Suara.com, Selasa (9/11/2021).

Selama ini, lanjut Eko, arca kala berukuran 170 x 100 sentimeter tersebut  dikira batu biasa, lantara terpendam dalam kondisi terbalik karena derasnya aliran sungai saat banjir.

Baca Juga: Petani Badas Kabupaten Kediri Tolak Penambangan di Sungai Konto

Namun, pada saat dilakukan normalisasi sungai, Kamis (4/11/2021) lalu, warga hendak memindahkan batu tersebut menggunakan alat berat dan baru diketahui jika batu tersebut berbentuk arca kala atau kepala arca.

Sementara itu Supriadi, perangkat desa setempat mengaku bahwa lokasi temuan tersebut selama ini disakralkan oleh masyarakat. Setiap malam malam tertentu, warga kerap mendengar gamelan.

“Beberapa hari terakhir bunyi tersebut kembali didengar oleh tokoh adat setempat. Warga menduga kawasan tersebut merupakan kerajaan kuno besar. Mereka berharap dinas terkait melakukan penelitian lebih lanjut, namun tidak memindahkannya ke luar desa,” katanya.

Saat ini Dinas terkait masih menjalin komunikasi dengan masyarakat dan tokoh adat setempat. Opsinya, temuan tersebut akan ditempatkan di tempat yang layak, di desa itu, sesuai keinginan warga.

Baca Juga: Viral Pesta Ulang Tahun Kucing di Kediri, Warganet: Kucing Jelata Menangis Lihat Ini

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait