facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hong Kong Musnahkan 2.000 Hamster dan Larang Warganya Cium Binatang Peliharaan

Muhammad Taufiq Rabu, 19 Januari 2022 | 10:59 WIB

Hong Kong Musnahkan 2.000 Hamster dan Larang Warganya Cium Binatang Peliharaan
Hamster [shutterstock]

Sebanyak 2.000 hamster akan dimusnahkan di Hong Kong menyusul ditemukannya belasan binatang pengerat itu terinfeksi Covid-19.

SuaraJatim.id - Sebanyak 2.000 hamster akan dimusnahkan di Hong Kong menyusul ditemukannya belasan binatang pengerat itu terinfeksi Covid-19.

Otoritas pemerintah setempat bahkan telah mengeluarkan imbauan dan larangan agar masyarakat tidak mencium hewan-hewan peliharaan, termasuk hamster.

Di Hong Kong sendiri sejauh ini telah ditemukan sebanyak 11 binatang positif Covid-19. Apalagi baru-baru ini juga ditemukan satu klaster kasus virus corona terlacak berasal dari seorang pegawai di sebuah toko hewan peliharaan.

"Dengan adanya temuan itu, pengecekan dilakukan pada ratusan binatang di Hong Kong dan 11 hamster ditemukan terinfeksi," kata para pejabat.

Baca Juga: BPBD Pamekasan Peringatkan Warga Pesisir Potensi Banjir Rob Akibat Pasang Air Laut Maksimal

Serupa dengan kebijakan tanpa toleransi yang diberlakukan oleh China daratan, Hong Kong --wilayah di bawah pemerintahan China-- kemudian memerintahkan agar 2.000 hamster dimatikan "secara manusiawi".

Kegiatan impor dan penjualan binatang pengerat itu juga diperintahkan untuk dihentikan. Berbagai toko hewan di kota tersebut ditutup dan disemproti disinfektan.

Sementara itu, para petugas yang berpakaian pelindung menyisir toko hewan yang menjadi jantung klaster penyebaran. Toko tersebut berada di distrik sibuk Causeway Bay.

Kelompok lokal aktivis antipenyiksaan hewan Prevention of Cruelty to Animals (SPCA), yang mengoperasikan klinik-klinik kesehatan hewan, meminta agar perintah pemusnahan tersebut dipertimbangkan lagi.

"SPCA merasa kaget dan khawatir atas pengumuman pemerintah baru-baru ini soal penanganan pada 2.000 hewan kecil, yang tidak mempertimbangkan keselamatan hewan serta aspek ikatan antara manusia dan hewan," kata kelompok tersebut.

Baca Juga: Polisi Buru Pria Bertelanjang Dada dan Bertato yang Videonya Viral Ajak Duel Aparat

Kepala badan kesehatan Hong Kong, Sophia Chan, mengatakan dalam konferensi pers bahwa pihak berwenang mengambil tindakan atas dasar kehati-hatian kendati tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan bisa menulari manusia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait