"Ditambah sekarang jadi dua kali," kata Agus yang bekerja sebagai tukang reparasi pelat nomor kendaraan di depan rumah terduga pelaku.
Sementara itu, salah satu tetangga dekat ZI, Gianto menjelaskan, korban atau Bagus sempat dua kali datang ke rumah tersebut. "Ganteng anaknya. Aku pas becak ku di sini. Dia menyapa," kata dia.
Sementara ZI memiliki hubungan sebagai ayah tiri TS. ZI, kata Gianto menikahi ibunda TS yang sebelumnya berstatus janda beranak tiga.
"Bojone pelaku (ZI) punya anak tiga. Nama e Yaya. Dia (Yaya) janda dulu. Dia (Yaya) asli penduduk sini," kata dia.
Baca Juga:Polda Jatim Datangi Rumah Terduga Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Fakultas Kedokteran UB Malang
Sementara itu, setelah ke rumah terduga pelaku, tim gabungan Polda Jatim juga sempat ke rumah di daerah Jalan Kyai Tamim Gang 1 sekitar pukul 13.30.
Terlihat, para anggota tersebut menanyai pemilik rumah hingga kurang lebih setengah jam. Salah satu polisi dari Jatanras Polda Jatim mengatakan, dia tidak bisa memberikan statemen apapun.
"Nanti saja rilis di Polda Jatim. Saya gak bisa memberikan statemen," tutur dia.
Sebagai informasi, Bagus sendiri ditemukan tidak bernyawa di semak-semak di daerah Purwodadi Pasuruan. Bagus diduga dibunuh dengan luka kekerasan benda tumpul. Dugaan kuat Bagus meninggal karena injakan kaki tepat di dadanya.
Polisi pun telah mengamankan salah satu terduga pelaku, yakni ZI di Kota Malang.
Baca Juga:Tarif Tol Surabaya-Malang: Ini Saldo e-Toll yang Perlu Disiapkan