Begitu juga setelah selesai menunaikan salat dzuhur, Kusnadi tetap tidak mau berkomentar terkait pemeriksaannya. “Saya tidak tahu,” ucapnya.
Pura-pura Bingung
Beberapa waktu lalu, rumah Kusnadi di Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Beberapa berkas dibawa oleh tim tersebut dari rumah mewah milik politisi PDI Perjuangan itu.
Sejak pemeriksaan itu, Kusnadi tidak pernah muncul. Baru siang tadi ia kembali terlihat. Ia menghadiri forum group diskusi (FGD) tentang Dinamika Pertambangan di Jawa Timur terkait dengan legalitas, masalah sosial ekonomi, dan Penegakkan hukum. Dilaksanakan di Hotel Wyndham, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya.
Baca Juga:Usai Rumah Digeledah, Penyidik KPK Periksa Ketua DPRD Jatim Kusnadi beserta 16 Saksi
Namun, ketika ditanya tentang penggeledahan rumahnya, Kusnadi sempat terdiam beberapa saat. Sambil mencari-cari keberadaan mobilnya. Namun, tak kunjung datang, akhirnya ia mencoba menjawab pertanyaan awak media.
Sayangnya, ia hanya menjawab tidak tahu. Itu juga, sambil senyum dan garuk-garuk kepalanya. “Saya tidak tahu apa yang dibawa oleh KPK. Jangan tanya saya. Tanya saja ke KPK,” katanya singkat, Selasa (24/1/2023).
Namun yang pasti, ia mengakui jika tidak ada barang di rumahnya yang hilang. Alias dibawa penyidik KPK saat mengunjungi rumahnya. Pun ia mengakui jika hingga kini, ia belum mendapat surat pemanggilan dari KPK.
Panggilan itu untuk meminta keterangannya sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dana hibah yang menjerat Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Parlindungan Simanjuntak dan kawan-kawan. “Sampai sekarang saya belum mendapat surat apapun dari KPK,” ucapnya.
Pasca ditangkapnya Sahat, KPK lebih sering datang ke Jawa Timur. Beberapa tempat sudah diperiksa. Termasuk ruang kerja Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak.
Baca Juga:Ponsel Disita KPK, Ketua DPRD Jatim Kusnadi Aktif di Sosmed, Ucapkan Tahun Baru Imlek
Beberapa orang dari Partai Demokrat juga diperiksa. Seperti: Wakil Ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar, di Pucang Sewu, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya pada Selasa (17/1/2023) dan Rabu (18/1/2023).