Komisi E DPRD Jatim Soroti Fenomena Guru Takut Dipolisikan

Beberapa waktu belakangan media sosial diramaikan parodi guru takut dipolisikan gegara tegur siswa.

Baehaqi Almutoif
Kamis, 28 November 2024 | 23:53 WIB
Komisi E DPRD Jatim Soroti Fenomena Guru Takut Dipolisikan
Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno. (ANTARA/HO)

SuaraJatim.id - Beberapa waktu belakangan media sosial diramaikan parodi guru takut dipolisikan gegara tegur siswa.

Fenomena tersebut dipicu beberapa kasus pelaporan guru oleh wali murid, seperti di Konawe Selatan dan Wonosobo.

Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari turut angkat bicara mengenai fenomena guru takut dipolisikan.

Dia menyampaikan, fenomena tersebut sebenarnya sudah terjadi lama. “Dulu tahun 2004, di tempat saya di kota Malang itu sudah pernah ada guru yang dipolisikan oleh orang tua siswa. Kalau saya melihat saya amati dengan cermat ini sama-sama perlu untuk menahan diri," ujarnya.

Baca Juga:Fraksi di DPRD Jatim Minta Pemprov Bagi Adil Sekolah Negeri dan Swasta

Politikus PDIP itu menyarankan guru untuk menahan diri, meskipun memiliki otoritas penuh di dalam kelas.

"Kadang sebagai guru juga lupa bahwa kita ini pendidik, mereka berpikir bahwa kita punya otoritas tunggal di dalam kelas. Sehingga terkadang keluar kata-kata yang kurang tepat dan juga tangan guru menyakiti anak-anak. Tolong dijaga betul oleh rekan-rekan guru supaya tidak terjadi kelepasan,” katanya.

Selain itu, dia juga mengingatkan kepada orang tua juga jangan terlalu emosional. "Kalau mendapat laporan dari anak-anaknya yang sedang belajar itu harus didalami secara baik dulu apakah anaknya ini benar apa enggak,” ungkapnya.

Orang tua memiliki peran yang juga penting untuk menyukseskan pendidikan anak-anak di sekolah. Karena itu, penting juga untuk membangun komunikasi antara sekolah dengan orang tua.

Untari menyarankan adanya dialog guru dengan orang tua. Bisa dilakukan saat sebelum mengambil rapot.

Baca Juga:Dok! APBD Jatim 2025 Disahkan, Intip Rinciannya

“Melalui wali kelas atau guru pengampu untuk bisa orang tua ini ikut melaksanakan sukses pendidikan anak-anak di sekolah," ungkapnya.

Dia berpesan orang tua untuk menanamkan kepada anak-anaknya untuk menghormati guru.

"Saya kira semua harus sama-sama melakukan evaluasi diri. Anak-anak harus dibekali budi pekerti yang luhur agar anak-anak bisa saling menghormati di sekolah,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak