Jatim Sumbang 51% Produksi Gula Nasional, Khofifah Genjot Produktivitas Lewat Program Bongkar Ratoon

Jawa Timur mengandalkan bibit unggul dan teknologi modern untuk mendongkrak produksi gula nasional.

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Kamis, 18 Juni 2026 | 18:28 WIB
Jatim Sumbang 51% Produksi Gula Nasional, Khofifah Genjot Produktivitas Lewat Program Bongkar Ratoon
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin kegiatan Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon dan Perluasan Areal Tebu Tahun 2026 di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (18/6/2026). (Dok: Pemprov Jatim)

Transformasi tersebut mencakup penerapan teknologi budidaya modern, mekanisasi pertanian, efisiensi irigasi, penguatan kelembagaan petani, serta peningkatan kapasitas industri gula agar semakin kompetitif dan berdaya saing.

Khofifah juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Malang memiliki pengalaman historis yang membuktikan tingginya produktivitas tebu. Di Kecamatan Gondanglegi, produktivitas tebu pernah mencapai sekitar 250 ton per hektare.

Menurut Khofifah, capaian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas tebu dapat dicapai melalui kombinasi penggunaan varietas unggul, dukungan teknologi, penguatan riset, serta kolaborasi antara petani, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pemerintah.

"Dengan dukungan teknologi yang semakin maju, laboratorium yang semakin canggih, dukungan perguruan tinggi dan Kementerian Pertanian, saya rasa bukan sesuatu yang mustahil jika produktivitas tebu dapat terus kita tingkatkan. Gondanglegi pernah membuktikannya," kata Khofifah.

Baca Juga:Lepas Kloter Terakhir Embarkasi Surabaya, Khofifah Pesankan Jamaah Jaga Kesehatan

Namun demikian, keberhasilan sektor pergulaan Jawa Timur tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan inovasi, melainkan juga oleh kerja keras para petani yang selama ini menjadi ujung tombak pengembangan perkebunan tebu.

Menurutnya, keberhasilan sektor pergulaan Jawa Timur tidak terlepas dari sinergi pemerintah pusat dan daerah, pabrik gula, lembaga penelitian, perguruan tinggi, lembaga keuangan, penyuluh pertanian, serta para petani yang terus menjaga produktivitas lahan tebu.

"Keberhasilan tersebut tentu tidak diraih secara instan. Di balik capaian itu terdapat kerja keras para petani tebu, dukungan pabrik gula, pemerintah pusat dan daerah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, lembaga keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan yang terus bersinergi memperkuat sektor pergulaan dari hulu hingga hilir," tegasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa target utama berbagai program pengembangan tebu tersebut adalah terwujudnya swasembada gula konsumsi nasional.

Karena itu, pembangunan sektor pergulaan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai peningkatan produktivitas di tingkat petani hingga penguatan tata niaga dan perlindungan pasar gula nasional.

Baca Juga:Buka Pameran Surabaya Hospital Expo XX 2026, Khofiah Dorong RS di Jatim Adaptif Terhadap AI

Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan agar gula rafinasi tidak merembes ke pasar konsumsi yang menjadi ruang bagi gula produksi petani.

"Kita membangun ekosistem pergulaan dari hulu sampai hilir. Produksi petani harus terlindungi sehingga mereka mendapatkan kepastian pasar yang sehat," ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat transformasi sektor tebu melalui penggunaan benih unggul, penerapan teknologi budidaya modern, mekanisasi pertanian, efisiensi irigasi, penguatan kelembagaan petani, serta peningkatan kapasitas industri pengolahan gula agar semakin kompetitif dan berdaya saing tinggi.

Khofifah juga menyoroti peran strategis Kabupaten Malang sebagai salah satu sentra tebu terbesar di Jawa Timur. Dengan luas areal tebu sekitar 41 ribu hektare yang didukung keberadaan PG Krebet Baru dan PG Kebon Agung, Kabupaten Malang dinilai memiliki posisi penting dalam pengembangan industri gula nasional.

"Ini merupakan kekuatan strategis yang harus terus kita dorong agar Kabupaten Malang semakin menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri gula nasional," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata kepada petani, Pemprov Jawa Timur menyerahkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian, sarana produksi perkebunan, serta bantuan pemberdayaan ekonomi kepada kelompok tani di Kabupaten Malang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini