- Front Anti Kapitalisme menggelar demonstrasi di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Jumat (26/6/2026) untuk mengkritik kebijakan pemerintah.
- Massa menuntut penurunan harga bahan pokok dan BBM serta penolakan berbagai program pemerintah dengan slogan Indonesia Sekarat.
- Aksi berakhir ricuh saat massa melempari polisi hingga menyebabkan perusakan pagar dan penangkapan belasan peserta oleh aparat Brimob.
"Kami akan terus memperpanjang napas perlawanan. Kalau tidak ada perubahan, aksi berikutnya bisa memiliki tensi yang lebih tinggi daripada hari ini," tegasnya.
Menurut Septia, aksi tersebut diikuti sekitar 50 hingga 100 peserta yang berasal dari berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, buruh, kelompok pengangguran, hingga masyarakat sipil yang tergabung dalam Front Anti Kapitalisme.
Ia juga membuka kemungkinan akan muncul gelombang aksi berikutnya yang digelar oleh front atau koalisi masyarakat sipil lainnya.
Tepat usai adzan isa, massa mulai mengamuk dengan melempari para petugas kepolisian yang berada di halaman Grahadi Surabaya. Mereka juga merusak pagar.
Baca Juga:Maut di Balik Pintu Terkunci: Misteri Tewasnya Wanita Jombang di Kamar Kos Putat Jaya Surabaya
Merespon hal itu, Brimob mulai mendorong massa aksi untuk bubar. Sekitar belasan orang massa aksi mulai ditangkapi di sekitar lokasi demonstrasi.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa