- Antrean truk logistik di Pelabuhan Ketapang menyusut dari 16 kilometer menjadi 7 kilometer pada Sabtu siang, 5 September 2026.
- Kemacetan disebabkan lonjakan kendaraan barang sebesar 16 persen serta proyek peningkatan kapasitas dermaga menjadi 50 ton.
- PT ASDP mengerahkan 24 kapal besar dengan sistem khusus untuk mempercepat penguraian kepadatan kendaraan di pelabuhan.
SuaraJatim.id - Pemandangan deretan truk logistik di sepanjang jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, perlahan mulai memendek.
Setelah sempat mencapai titik horor sepanjang 16 kilometer pada Jumat (4/9/2026) malam, napas arus lalu lintas kini mulai terasa lebih lega.
Hingga Sabtu (5/9/2026) siang, antrean kendaraan yang didominasi angkutan barang tersebut dilaporkan telah menyusut signifikan menjadi sekitar 7 kilometer.
Kemacetan panjang ini bukan tanpa alasan. General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengungkapkan adanya dua faktor yang terjadi secara bersamaan.
Baca Juga:Ijen Membara! Api Kepung Pondok Bunder, Jalur Pendakian Resmi Ditutup Total
Pertama, lonjakan volume kendaraan logistik yang naik tajam hingga 16 persen dibandingkan bulan lalu. Kedua, adanya proyek vital berupa peningkatan kapasitas dermaga menjadi 50 ton di lintas Ketapang-Gilimanuk.
"Perbaikan dermaga ini adalah investasi kenyamanan untuk masa depan, khususnya dalam menyambut lonjakan angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 mendatang," ujar Media, Sabtu (5/9/2026).
Tak ingin membiarkan antrean semakin mengular, ASDP langsung mengerahkan jurus pamungkas. Sebanyak 24 kapal berkapasitas besar dikerahkan untuk menyapu bersih kepadatan di kantong-kantong parkir pelabuhan.
Dari puluhan armada tersebut, enam kapal di antaranya menerapkan pola TBB (Tiba-Bongkar-Berangkat). Dengan sistem ini, waktu kapal bersandar di dermaga dipangkas seminim mungkin; begitu muatan turun, kapal langsung memuat kembali dan bertolak tanpa menunggu waktu lama.
"Kami terus berkoordinasi intensif dengan regulator untuk memastikan operasional berjalan optimal. Keselamatan tetap nomor satu, namun kecepatan penguraian antrean adalah prioritas kami saat ini," tambah Media. (ANTARA)
Baca Juga:Geger di Banyuwangi! Pria Bakar Alquran Pamer di Status WA, Motifnya Bikin Elus Dada