SuaraJatim.id - PT Garam selaku perusahaan induk Pegaraman 1 mengakui jika Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang digunakan memang dipasok oleh PT Pelita Petrolium Indonesia (PPI) Cabang Sumenep dengan kepala cabang berinisial M.
Dirut PT Garam, Budi saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, dirinya tidak menampik jika kerjasama Pegaraman 1 dengan PT PPI sedang dalam masalah.
Diketahui, Unit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jawa Timur baru saja mengungkap adanya penyelewengan BBM ilegal oleh PT PPI ke sejumlah perusahaan termasuk BUMN.
"Iya memang Pegaraman 1 disuplai BBM oleh PT PPI selama ini," ujar Budi, Kamis (12/12/2019).
Meski demikian, Budi mengakui jika selama menjalin kerjasama dengan PT PPI, Pegaraman 1 tidak tahu menahu jika BBM yang dipasok tersebut adalah ilegal atau legal. Secara teknis kerja sama, Budi meyakinkan tidak ada yang salah dan sudah sesuai prosedur.
"Itu kan teknisnya di bawah. Saya gak mengikuti teknis. Yang jelas kalau saya tanyakan sudah sesuai prosedur, harga murah. Tidak hanya harga murah sesuai dengan peruntukannya. Tapi kalau kita kan gak ngerti itu ilegal atau enggaknya," ujar Budi.
Ia mengatakan, dalam bisnis ini, dia meyakini bukan hanya PT Garam saja yang bekerjasama dengan PT PPI untuk mendapatkan BBM murah.
"Kemungkinan di bawah ini tidak hanya PT Garam yang ngambil barangkali, dan mungkin juga melalui prosedur yang bener melalui online mungkin begitu. Yang jelas, sesungguhnya yang ditanya bisa ke kadiv produksi bahan baku. Tapi intinya menurut saya selama prosedur itu benar, ilegal atau enggaknya kan kita enggak tahu. Yang jelas yang tahu adalah aparat. Dan kita diminta klarifikasi sebagai salah satu pembeli," katanya menjelaskan.
Ditanya apakah internal PT Garam akan melakukan investigasi untuk menelusuri adanya dugaan kesalahan prosedur yang dilakukan Pegaraman 1? Budi memastikan akan menelusurinya.
Baca Juga: BBM Subsidi Ilegal di Sumenep Ternyata Dipasok ke Perusahaan BUMN
"Ya jelas nanti kita perintahkan kepada teman-teman. Kita akan menelusuri prosedur yang digunakan mereka," katanya lagi.
Sebelumnya, penyelewengan BBM jenis solar bersubsidi yang diungkap Ditreskrimsus Polda Jatim di Bangkalan dan Sumenep, ternyata juga dipasok untuk BUMD Sumekar dan Unit Kerja Pegaraman 1 (anak perusahaan PT Garam) di Kabupaten Sumenep.
Dari penyelidikan Unit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, ditemukan tiga buah tangki duduk warna hitam berisi solar di Desa Kebun Dadap Barat, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, milik PT Pelita Petrolium Indonesia (PPI) Cabang Sumenep dengan kepala cabang berinisial M.
Dalam tangki duduk yang ditempatkan di dump truck modifikasi tersebut, polisi menemukan solar-solar yang ditimbun tanpa dokumen lengkap.
Hasil penelusuran polisi, BBM itu dibeli oleh PPI dari PT Jagad Energi dengan harga Rp 5.700 per liter di luar PPn. PPI kemudian menjualnya kembali ke empat perusahaan dengan harga Rp 6.000 per liter non-PPn.
Empat perusahaan itu adalah Pegaraman 1 dengan sekali pembelian 5.000 liter. Kemudian BUMD Sumekar sebanyak 16.000, PT Dharma Dwipa Utama 10.000 liter dan PT Pundi Kencana Makmur 5.000 liter.
Berita Terkait
-
BBM Subsidi Ilegal di Sumenep Ternyata Dipasok ke Perusahaan BUMN
-
Polisi Masih Tahan Mobil Lamborghini Terbakar di Surabaya
-
Menginap di Hotel Kawasan Sumenep, Sales Asal Sidoarjo Meninggal
-
Wajah Dibacok Eko Pakai Celurit, Mulut Korban Robek hingga ke Kuping
-
Bikin Video Syur Sendirian, Seorang Perempuan di Sumenep Diciduk Polisi
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek
-
Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri
-
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Tim DVI Polda Jatim Kantongi 76 Data Ante Mortem
-
Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya