SuaraJatim.id - Seorang pecatan TNI dan istrinya diringkus tim Resmob Satreskrim Polres Mojokerto. Lantaran ulahnya menipu para wanita muda dengan modus buka aura.
Pelaku berinisial FHS (28) dan W (30), asal Jalan Sunan Muria Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Pasutri itu menipu SA (25), salah satu korbannya wanita muda asal Desa Bulang Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKB Gondam mengungkapkan, penipuan ini terungkap setelah korban melapor ke Mapolres Mojokerto usai korban mentransfer sejumlah uang kepada pelaku W sebanyak Rp 17,5 juta.
"Modusnya tersangka mengaku bisa membuka aura korban dengan syarat harus mentransfer sejumlah uang," kata Gondam dalam keterangan tertulis, Rabu (13/4/2022).
Gondam mengungkapkan, awalnya tersangka FHS mencari mangsa melalui aplikasi Tantan. Di aplikasi pertemanan itu, tersangka FHS berkenalan dengan SA. Kala itu, FHS mengaku bernama Andi anggota TNI yang berdinas di Kodam V Brawijaya.
Modal kartu anggota, rambut pendek dan tubuh tegap, membuat SA jatuh hati pada FHS. Hari-hari berikutnya, SA pun kian getol menghubungi FHS, hingga akhirnya ia terjebak dalam permainam busuk FHS dan W.
Bermula saat SA menghubung FHS. Saat itu, desertir anggota TNI itu mengaku masih dinas di rumah atasannya. Namun tiba-tiba SA mendapatkan pesan singkat dari W yang mengaku merupakan istri dari pimpinan FHS.
"Saat itu pelaku W mengaku akan menjodohkan SA dengan FHS. Kemudian pelaku W ini meminta foto SA," ucap Gondam.
Usai mengirimkan foto, W menyampaikan jika ada aura yang belum keluar dari tubuh SA. W kemudian menawarkan kepada SA untuk membuka aura pada tubuh wanita muda itu. Syaratnya, SA harus mengirimkan sejumlah uang untuk kebutuhan ritual.
Baca Juga: Viral Pemuda Balapan Liar di Jalanan, Ending Mengenaskan Kecebur Sungai
"Pelaku mengaku bisa membuka aura pada wajah korban sehingga Andi alias FHS akan suka atau jatuh cinta kepada korban," jelas Gondam.
Lantaran sudah kesengsem dengan FHS, SA pun kemudian mentransfers uang Rp 17,5 juta ke tersangka W. Akan tetapi setelah beberapa hari kemudian, W tak ada kabar, sementara FHS juga lenyap dari peredaran.
Hingga akhirnya SA pun melaporkan aksi penipuan itu ke polisi. Dari hasil pemeriksaan sementara, pasutri ini sudah melakukan aksi penipuan hingga beberapa kali. Korbannya, seluruhnya adalah wanita.
"Pengakuan pelaku ada tujuh korban yang menjadi penipuan dengan modus sama. Pelaku pria pecatan TNI sedangkan yang perempuan ini residivis dengan kasus yang sama pada tahun 2010," tukas Gondam.
Kontributor: Zain Arifin
Berita Terkait
-
Viral Pemuda Balapan Liar di Jalanan, Ending Mengenaskan Kecebur Sungai
-
Bripda Randy Bagus Terdakwa Kasus Aborsi Novia Widyasari Hanya Dintuntut 3,5 Tahun Penjara
-
Polisi Usut Kasus Panther Tabrak 'Polisi Cepek' di Mojokerto, Sopir Dites Urine
-
Kiai Mojokerto yang Cabuli Santri Sendiri Divonis 13 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar
-
Satu Orang Jadi Tersangka Kasus Peredaran Satu Truk Telur Busuk di Mojokerto
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Lebaran Terakhir di Tuban Sebelum Gugur di Langit Kalimantan: Sosok Kapten Marindra di Mata Warga
-
Selain Donatur Dilarang Ngatur: Blunder Admin KDMP di Blitar Viral, Berujung Maaf dari Sang Ketua
-
Akhir Drama Keluarga di Tulungagung: Tangis Bahagia Pasutri Beda Negara Bisa Peluk Kembali Buah Hati
-
KPK 'Obrak-abrik' Surabaya dan Tulungagung: Jejak Panas Gatut Sunu dan Temuan Uang di Kantor Setda
-
Gubernur Khofifah Tunjuk Plt Kepala Dinas ESDM Jatim, Pastikan Pelayanan Publik Bidang ESDM Baik