Penyebab pastinya apa pihaknya tidak bisa menjelaskan dengan pasti. Namun berdasarkan keterangan nakes dari keluarga atau pasien bersangkutan, kebanyakan pasien tidak dirujuk dari fasilitas kesehatan lebih bawah.
"Jadi pasien datang langsung ke RSUD, alasan semula mereka sudah mencari dan datang ke berbagai fasilitas kesehatan pertama, namun faskes bersangkutan dengan alasan tertentu tidak menerima kondisi pasien," ujarnya.
Meskipun begitu, kata dia, tidak ada alasan lain bagi RSUD untuk tidak menerima pasien yang datang, kendati kondisi telah overload.
Memang kondisi tersebut tidak perlu terjadi, karena sesuai perintah bupati, seharusnya RSUD hanya merawat pasien yang mengalami kondisi berat dan kritis.
Seharusnya, Ia menambahkan, pasien dengan kondisi ringan hingga sedang, masih bisa dirawat di faskes pertama seperti puskesmas, atau klinik -klinik kesehatan lainnya. Namun tidak tahu mengapa, pasien yang datang juga ada yang masih dalam kondisi ringan dan sedang.
Baca Juga:Jadi Tersangka, Ini Motiv Pembacok Mbah Tukiran Tukang Becak Trenggalek Versi Polisi
Saat ditanya apakah ini efek dari penutupan sementara beberapa puskesmas di Trenggalek pihaknya mengatakan bahwa efek secara tidak langsung juga terjadi. Jadi mestinya pasien dirawat di faskes terendah jadi tidak bisa.
"Saya tidak mau bersteatmen dan berspekulasi namun yang jelas pasien datang ke RS karena tidak ada fasilitas kesehatan dibawah yang melayani," terangnya.
Dalam tugas kali ini jajaran RSUD sekuat tenaga akan memberi pelayanan pasien yang datang. Jika ruangan yang ada tidak cukup, rencananya untuk sementara waktu pasien yang datang di IGD akan ditempatkan di ruangan tunggu.
Sedangkan untuk ruang tunggu akan dipindahkan dengan membuat tenda di halaman RSUD. "Karena itu kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak tentang hal ini, seperti TNI/ Polri, BPBD juta Satpol PP," ujarnya menegaskan.
Baca Juga:Duka Warganet! Tragedi Uang Sedekah Mbah Tukiran, Tukang Becak Dibacok Rekannya