Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo

Mereka bertujuan untuk menyuarakan kritik terhadap sejumlah program dan kebijakan nasional yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

Andi Ahmad S
Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:42 WIB
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
Massa aksi membakar ban saat berdemonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Jatim. [Dimas Angga/SuaraJatim]
Baca 10 detik
  • Puluhan kader PMII melakukan demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Timur untuk mengkritik berbagai kebijakan nasional pemerintah.
  • Massa menuntut transparansi anggaran program makan bergizi serta menolak kebijakan komcad dan kenaikan harga kebutuhan ekonomi masyarakat.
  • Mahasiswa mendesak DPRD Jawa Timur menjalankan fungsi pengawasan agar aspirasi mereka segera disampaikan kepada pemerintah pusat secara tegas.

SuaraJatim.id - Gelombang protes terhadap kebijakan pemerintah kembali menggema di Surabaya. Setelah beberapa pekan terakhir diwarnai aksi demonstrasi dari berbagai elemen mahasiswa, kali ini puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendatangi Gedung DPRD Jawa Timur.

Mereka bertujuan untuk menyuarakan kritik terhadap sejumlah program dan kebijakan nasional yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

Aksi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Jawa Timur itu sempat memanas ketika massa membakar ban di tengah jalannya orasi. Pembakaran ban dilakukan sebagai bentuk tekanan agar aspirasi mereka mendapat perhatian dan dapat disampaikan langsung kepada wakil rakyat di tingkat provinsi.

Dalam aksi tersebut, PMII menyoroti sejumlah kebijakan yang belakangan menjadi perdebatan publik. Mulai dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengesahan Undang-Undang Komponen Cadangan (Komcad), hingga kekhawatiran atas isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan melemahnya nilai tukar rupiah.

Baca Juga:Barisan Mahasiswa Pecah, Kobaran Api di Depan Grahadi Jadi Penutup Aksi

Koordinator lapangan aksi, Roisatul Muttaqin Alalloh, menegaskan bahwa demonstrasi ini lahir dari keresahan mahasiswa terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai semakin menjauh dari kebutuhan masyarakat bawah.

Menurutnya, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program unggulan pemerintah masih menyisakan banyak pertanyaan, terutama terkait transparansi penggunaan anggaran dan mekanisme penunjukan pihak-pihak yang terlibat dalam distribusi program tersebut.

PMII menilai pemerintah perlu membuka secara jelas alur penggunaan dana program agar tidak menimbulkan kecurigaan publik.

Selain itu, mereka juga meminta agar pelaksanaan program lebih berpihak kepada masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang dinilai masih belum menjadi prioritas utama.

"Jangan sampai program yang mengatasnamakan kepentingan rakyat justru dipersepsikan hanya menguntungkan kelompok tertentu. Transparansi anggaran dan keberpihakan kepada masyarakat di daerah 3T harus menjadi prioritas," ujar Roisatul dalam orasinya.

Baca Juga:Ribuan Mahasiswa Surabaya Kepung Grahadi, Desak Penghentian MBG

Selain MBG, mahasiswa juga mengkritisi keberadaan Komponen Cadangan yang dinilai berpotensi membuka ruang keterlibatan unsur militer dalam ranah sipil.

PMII menilai kebijakan tersebut perlu diawasi secara ketat agar tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan supremasi sipil yang selama ini menjadi fondasi reformasi.

Di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, PMII juga menyinggung isu kenaikan BBM dan melemahnya rupiah yang dinilai berpotensi semakin membebani kehidupan masyarakat kecil. Mereka menilai pemerintah harus lebih fokus pada upaya menjaga stabilitas ekonomi ketimbang melahirkan kebijakan yang berpotensi menambah tekanan bagi rakyat.

Aksi di DPRD Jawa Timur sengaja dipilih karena mahasiswa menilai lembaga legislatif memiliki fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

PMII berharap DPRD tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengawal aspirasi masyarakat dan menyampaikannya kepada pemerintah pusat.

Demonstrasi ini menambah panjang daftar gelombang kritik mahasiswa terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang belakangan semakin sering menggema di berbagai daerah. Dari isu ekonomi, transparansi anggaran hingga kebijakan strategis nasional, kampus kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu kekuatan pengawas jalannya pemerintahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak