Karhutla Bromo Meluas Jadi 176 Hektare, Pemadaman Diperkuat Dua Helikopter dan Drone

Karhutla di TNBTS meluas hingga 176 hektare. Pemprov Jatim bersama BNPB mengerahkan tim darat, drone, dan helikopter *water bombing* untuk mempercepat pemadaman.

Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:26 WIB
Karhutla Bromo Meluas Jadi 176 Hektare, Pemadaman Diperkuat Dua Helikopter dan Drone
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jumat (7/8/2026). [Beritajatim]
Baca 10 detik
  • Karhutla di kawasan TNBTS Probolinggo meluas hingga 176 hektare sejak pertama kali terdeteksi pada 3 Agustus 2026.
  • Gubernur Khofifah meninjau lokasi pada 7 Agustus 2026 dan mengerahkan personel darat, helikopter, serta drone pemadam.
  • Kepala Balai Besar TNBTS menyatakan dugaan awal kebakaran disebabkan oleh aktivitas manusia di jalur tradisional tebing.

Namun, operasi pemadaman dari udara masih bergantung pada kondisi cuaca. Kecepatan angin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi operasional helikopter karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.

“Water bombing sudah mulai dilaksanakan. Namun ketika angin bertiup cukup kencang, operasional helikopter harus menyesuaikan kondisi demi keselamatan. Karena itu strategi pemadaman terus disesuaikan dengan situasi di lapangan,” jelas Khofifah.

Sumber air untuk operasi water bombing juga relatif lebih dekat dibandingkan penanganan karhutla pada 2023. Saat ini air dapat diambil dari Ranupani, sedangkan pada penanganan sebelumnya helikopter mengambil air dari kawasan Kaliandra maupun Batu.

“Harapannya dari Ranupani ini bisa lebih dekat. Mudah-mudahan besok anginnya landai, kemudian mengambil airnya dari Ranupani, dua heli water bombing bisa maksimal pemadaman. Mudah-mudahan bisa segera padam semua,” tuturnya.

Baca Juga:Karhutla TNBTS Meluas, Kondisi Habitat Satwa Endemik Terancam

Dugaan Awal Faktor Manusia

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja mengatakan, dugaan awal kebakaran mengarah pada aktivitas manusia. Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.

Menurut Rudijanta, titik awal api berada di kawasan puncak tebing yang terdapat jalur tradisional penghubung Desa Arjosari dan Desa Ranupani.

“Kalau dari dugaan ada kemungkinan itu faktor manusia, jadi bukan faktor alam, karena jalur di atas awal api itu ada di puncak tebing. Ada jalur tradisional yang menghubungkan Desa Arjosari dan Desa Ranupani. Sepertinya tidak ada unsur sengaja kalau menurut kami,” ungkapnya.

Meski penyebab kebakaran masih diselidiki, fokus utama tim saat ini adalah mencegah api semakin meluas dan mengendalikan seluruh titik api.

Baca Juga:Bromo Membara di Blok Bantengan: Jalur Jemplang-Senduro Ditutup

“Saat ini kami masih fokus pada upaya pemadaman. Namun, penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran akan terus kami lakukan,” pungkas Rudijanta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini