SuaraJatim.id - Wali Kota Blitar Santoso terekam dangdutan dengan mengabaikan protokol kesehatan. Dalam sebuah video yang tersebar, Santoso terlihat bernyanyi dan dikerubungi banyak orang. Sebagian diantaranya melepaskan masker.
Ketika dikonfirmasi, Santoso mengatakan acara tersebut digelar saat dirinya mengadakan tasyakuran. Lokasinya di Gedung Kusuma Wicitro, satu kompleks dengan rumah dinasnya.
Ia menjelaskan, tasyakuran digelar bersama para relawannya setelah dirinya dilantik sebagai Wali Kota Blitar terpilih hingga 2024 mendatang. Kegiatan itu ditujukan sebagai bentuk syukur dan terima kasih atas kerja keras para relawan memenangkan dirinya dan Tjutjuk Sunaryo.
Awalnya syukuran itu hanya diisi kegiatan makan bersama. Namun agar makin semarak, Santoso mendatangkan organ tunggal sebagai hiburan kegiatan syukuran kala itu.
"Jadi biar makan itu bersemangat, akhirnya ada elektone yang saya persembahkan untuk masyarakat," ujar Santoso, Minggu (7/3/2021).
Acara ini tentu menjadi sorotan karena berlangsung di tengah pandemi corona. Apalagi, Santoso menjadi petinggi Satgas Covid-19 Kota Blitar. Usut punya usut, dangdutan itu berlangsung pada Selasa (2/3) lalu.
Pada video yang tersebar, saat Santoso bernyanyi, para relawan mengerubungi dirinya. Jarak bernyanyi juga tak diperhatikan. Malah sebagian ada yang melepas masker.
Mereka tampak asyik berjoget sembari ikut bernyanyi. Santoso juga terlihat memberikan saweran kepada beberapa orang saat dirinya menyanyi.
Santoso membantah kalau acara itu gelar dengan menerapkan protokol kesehatan kendati dirinya terekam dikerubungi para relawan yang sebagian tak mengenakan masker. Undangan yang datang hanya berjumlah antara 30 sampai 40 orang.
Baca Juga: Pulang Mancing, Warga Blitar Hanyut dan Tenggelam di Sungai Bogel
"Dan itupun saya batasi tidak lebih dari jam 10 malam. Dan mulainya setengah sembilan malam karena sorenya hujan," ujarnya.
Santoso kukuh kalau acara tasyakuran itu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Hingga kini, video dangdutan Santoso dengan para relawan sudah menyebar ke masyarakat melalui media sosial.
Sementara itu, Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setiawan ketika dikonfirmasi mengungkapkan telah menindaklanjuti beredarnya video Santoso dangdutan tersebut.
Dia menjelaskan, polisi telah memanggil panitia yang terlibat dalam acara tasyakuran tersebut, termasuk Santoso. Mereka yang dipanggil dimintai keterangan terkait video tersebut.
"Sudah kita tindak lanjuti. Upaya kami elaporkan kepada pimpinan dan berkoordinasi dengan satgas Covid-19. Kami melakukan pemanggilan terhadap seluruh panitia untuk diminta keterangan dan melakukan pengecekan/identifikasi di lokasi kegiatan," ungkap Yudhi.
Dirinya menambahkan, pada Senin (8/3/21) besok, mereka yang terlibat atau yang ada dalam acara tasyakuran itu akan menjalani swab massal.
Berita Terkait
-
Pulang Mancing, Warga Blitar Hanyut dan Tenggelam di Sungai Bogel
-
Pembunuh Bos Toko Mainan Blitar Ditangkap, Pelakunya Pemuda Masih Tetangga
-
Kalap! Masalah Sepele, Warga Blitar Hantam Kepala Kuli Bangunan Sampai Mati
-
Sebelum Ditemukan Tewas, Duit Rp 1 Miliar Bos Toko Mainan di Blitar Lenyap
-
Diduga Korban Perampokan, Warga Blitar Ditemukan Tewas Tangan Terikat
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Tragis! Dua Anak di Gresik Luka Bakar Parah Usai Injak Serbuk Mercon
-
BRI Dampingi PMI, Bisnis Remitansi Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
Polisi Bongkar Rumah Produksi Petasan Ilegal di Pamekasan, Ratusan Barang Bukti Disita
-
Masyarakat ke Gedung Negara Grahadi, Gubernur Khofifah: Riyayan Dekatkan Warga pada Pemimpinnya