SuaraJatim.id - Akses utama masuk Kota Surabaya di Bundaran Waru masih ditutup. Hanya sejumlah kendaraan saja yang boleh melintas masuk ke dalam kota.
Kendaraan-kendaraan itu antara lain kendaraan tenaga kesehatan, TNI/POlRI, ojek online, ambulans dan pengiriman logistik. Hari ini, Senin (26/7/2021) ini merupakan hari pertama penerapan PPKM Level 4 yakni meneruskan PPKM Darurat sebelumnya hingga 2 Agustus mendatang.
Dampak dari penutupan itu, sejumlah kendaraan roda pun mencari jalur alternatif. Sejumlah pesepeda motor nampak putar balik dan mencari jalur alternatif atau jalur tikus.
Beberapa lagi malah melawan arus masuk lewat pintu Tol Waru. Dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, salah satu pengendara sepeda motor asal Krembung Sidoarjo, Raharian.
Ia harus kerepotan lewat jalan yang sesuai dengan arahan petugas melewati Korem Waru tembus ke arah Siwalankerto atau Kutisari akan memakan waktu yang cukup lama jika harus pergi ke kantor.
"Saya memang lawan arus mau gimana lagi karena kalau harus lewat Waru atau jalan lain malah lebih jauh dan muter-muter sedangkan kerjaan saya di kawasan tengah kota jadi saya lawan arus didepan cito naik sedikit ke pintu keluar tol waru belok ke gang kampung," katanya, Senin (26/7/2021).
Hal senada dikatakan Ahmed Wicaksono, pengendara roda dua asal Gilang, Sidoarjo ia harus memutar jalan masuk ke kawasan Waru supaya bisa sampai ke tempat kerjaan.
"Saya lewat jalan tikus ya lebih jauh mau lawan arus takut nanti ketilang jadi ya gimana lagi sebenarnya makin muter-muter," ungkap Ahmed.
Baca Juga: Yayasan SPS Surabaya Siapkan Gedung Sekolahnya Buat 100 Warga yang Mau Isoman
Berita Terkait
-
Yayasan SPS Surabaya Siapkan Gedung Sekolahnya Buat 100 Warga yang Mau Isoman
-
Ini Tampang Pria yang Viral Kibarkan Bendera Putih Protes Pemerintah di Ampel Surabaya
-
Viral di Media Sosial Video Warga Tolak SD Jadi Tempat Isolasi: Sekolah Bukan Rumah Sakit.
-
Surabaya Bergolak! Selain Tolak SD Jadi Tempat Isolasi, Warga Juga Demo GOR RS Darurat
-
Demo Tolak Gedung SD Jadi Tempat Isolasi Covid, Begini Alasan Warga Baratajaya Surabaya
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Kemiskinan Ekstrem Jatim Tersisa 0,29%, Gubernur Khofifah: Bukti Intervensi Kesejahteraan Masyarakat
-
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Kota Kediri, Sediakan Sembako Murah Jelang Iduladha
-
Jelang Iduladha, Khofifah Gelar Pasar Murah di Kediri Pastikan Sembako Terjangkau
-
Tragedi Halal Bihalal di Musala Mojokerto: Tiga Jemaah Tersengat Listrik, Satu Tewas
-
Petani Tua Tewas Seketika Usai Vario Ngebut Hantam Suzuki Smash di Bojonegoro