Hasil Lab Keluar! Bakteri Ditemukan dalam Program MBG Tulungagung

Uji laboratorium mengonfirmasi adanya kontaminasi bakteri berbahaya pada makanan SPPG Pakisrejo yang menyebabkan gangguan pencernaan massal.

Wakos Reza Gautama
Selasa, 08 September 2026 | 07:13 WIB
Hasil Lab Keluar! Bakteri Ditemukan dalam Program MBG Tulungagung
Tim Pengawas Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Rejotangan melakukan pemeriksaan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo, Tulungagung, Jawa Timur. [ANTARA/HO]
Baca 10 detik
  • Uji laboratorium mengonfirmasi adanya kontaminasi bakteri berbahaya pada makanan SPPG Pakisrejo yang menyebabkan gangguan pencernaan massal.
  • Insiden keracunan pada akhir Juli lalu menimpa 66 orang yang terdiri dari anak-anak, balita, serta ibu hamil dan menyusui di Rejotangan.
  • Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional SPPG Pakisrejo dan memperketat pengawasan serta inspeksi mendadak untuk mengevaluasi keamanan pangan.

SuaraJatim.id - Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Pakisrejo akhirnya keluar.

Hasilnya positif. Ada kontaminasi bakteri yang menjadi biang keladi gangguan pencernaan massal yang menimpa puluhan penerima manfaat.

"Secara umum memang ada temuan positif bakteri. Jenis bakteri ini yang menyebabkan gangguan pencernaan pada para penerima manfaat," ujar Sri Wahyuni, Anggota Satgas MBG Tulungagung, Senin (7/9/2026).

Meski tim medis belum merinci spesifikasi jenis bakteri tersebut, temuan ini menjadi alarm keras bagi sistem keamanan pangan daerah.

Baca Juga:Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Bakteri bukan sekadar angka di atas kertas; ia adalah simbol adanya celah dalam rantai panjang produksi, mulai dari proses pengolahan di dapur, distribusi yang mungkin terpapar panas, hingga cara penyajian di tangan konsumen.

Tragedi ini bukan angka kecil. Sedikitnya 66 orang, mulai dari anak-anak sekolah yang ceria, balita, hingga ibu hamil dan menyusui di Kecamatan Rejotangan, harus bertumbang akibat keracunan pada akhir Juli lalu.

Mereka yang seharusnya mendapatkan suntikan nutrisi justru harus berjuang melawan dehidrasi dan sakit perut.

Buntut dari insiden ini, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah menghentikan sementara operasional SPPG Pakisrejo.

Dapur yang biasanya sibuk mengepul itu kini sunyi, memberi ruang bagi tim Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) untuk membedah setiap sudut risiko.

Baca Juga:666 Santri Tumbang Keracunan MBG, Alumni Ponpes Manbaul Hikam Menggugat Sikap Dingin SPPG

"Kami mendorong percepatan monitoring dan evaluasi berkala. Tidak akan ada lagi kompromi. Inspeksi mendadak akan diperketat ke setiap satuan pelayanan," tegas Sri Wahyuni.

Hasil inspeksi ini nantinya akan menjadi kitab baru bagi standar keamanan pangan di Tulungagung. Pemerintah berkomitmen bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini